JAKARTA, MHI - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu
dengan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani. Pertemuan digelar di Hutan Kota
Plataran, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (18/6/2023)
pagi.
Pertemuan
itu dilakukan usai masing-masing dari keduanya melakukan lari pagi
secara terpisah. AHY tiba usai berlari pagi dari kawasan Sudirman,
Jakarta Pusat. Kemudian, Puan datang setelah lari dari Jalan Denpasar,
Kuningan, Jakarta Pusat.
Pantauan
Awak Media di lokasi sekira pukul 09.00 WIB, Puan Maharani tiba
menggunakan pakaian olahraga, yakni kaus berkerah dan celana berwarna
senada, hitam. Sedangkan, AHY mengenakan kaus olahraga berwarna biru
dengan celana hitam.
AHY
tampak menunggu kedatangan Puan bersama sejumlah petinggi Partai
Demokrat dan beberapa pengurus DPP PDIP, yang sudah tiba lebih dulu
daripada Puan Maharani.
Puan
dan AHY langsung berjabat tangan ketika bertemu. Mereka bahkan
melakukan 'tos'."Kayak ke mana saja, orang akrab," kata Puan.
Adapun
sejumlah elite PDI-P dan Demokrat sudah tiba lebih dulu. Mereka tampak
menunjukkan keakraban saat bertemu.Tidak sedikit di antara mereka yang
berpelukan. Setelah itu, mereka berfoto bersama sambil mengacungkan
jempol.
Dalam
keterangan Persnya AHY mengucapkan terima kasih kepada Awak Media yang
telah sabar lama menunggu cerita tentang mereka berdua.
"Alhamdulillah
tadi kita sudah olah-raga (Seraya menengok ke Puan Maharani sambil
tersenyum-Red), mbak Puan ternyata tadi jalannya lebih panjang dari
kalian, 7 km, kalau kita cuman engga nyampe 3 km, ternyata mbak Puan
lebih serius tadi, tapi ini membuktikan bahwa di hari yang baik di hari
minggu yang cerah ini di seputaran GBK Car Free Day kita tetap bisa
bersilaturahim," ucap AHY.
Dia
juga menegaskan bahwa," Saya tadi berdua tadi sambil menikmati bubur di
ruang nusantara di pelataran ini banyak berbagi cerita dan juga
pengalaman termasuk gagasan, bagaimanapun PDIP dan Partai Demokrat ini
merupakan dua Partai yang punya pengalaman The Building Party tapi juga
sebagai Partai Opisisi,"tegasnya.
"Mungkin
tidak banyak yang mempunyai pengalaman seperti itu..Paripurna..namun
demikian kita juga tau dalam dua dekade terskhir ini, paling tidak dari
2004 hingga tahun ini, seringkali di anggap komunikasi dan hubungan
kedua Partai belum bisa berjalan dengan sebaik yang di harapkan, tentu
saya tidak ingin membahas masa lalu, tapi hadirnya kami berdua
mudah-mudahan menjadi Oase bahwa politik itu seringkali menempatkan
seseorang atau Partai dalam posisi dan sikap yang berbeda, tetapi
persahabatan kami berdua (AHY-Puan-Red), mbak Puan Maharani yang juga
selama ini berhubungan baik dengan kami sekeluarga, mudah-mudahan juga
menjadi bentuk yang baik, bahwa segala sesuatunya bisa kita carikan
solusinya, bisa dibicarakan dan walaupun sekali lagi belum selalu pasti
pada posisi dan sikap yang sama, tapi Insya Allah untuk Bangsa dan
Negara, Politik rekonsiliasi semacam ini sangat di butuhkan dan di
nantikan oleh masyarakat Indonesia," papar AHY.
Lanjutnya,"
Masa depan adalah milik kita, masih muda, mbak Puan adalah salah satu
tokoh pemimpin Politisi perempuan yang hebat (Seraya AHY menatap
Puan-Red), lengkap rekam jejaknya baik di Parlemen maupun di
Pemerintahan, tentunya banyak yang akan beliau sampaikan dan akan kita
diskusikan bersama," sambungnya.
"Kamipun
demikian yang ingin terus memberikan manfaat dan berperan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan latar belakang
berbeda tetapi sekarang dalam dunia politik yang sama, mudah-mudahan
silaturahim tadi tentu tidak hanya membicarakan Politik Praktis, Politik
Pemilu 2024, tetapi banyak lagi Isyu Kebangsaan, Isyu Negara, Isyu
Rakyat yang dapat kita rajut bersama," tutup Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono(AHY).
Turut
hadir dalam pertemuan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Fraksi PDIP
Utut Adianto, Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto, dan politikus PDIP
Andreas Hugo Periera serta Masinton Pasaribu, Sementara itu, dari
Partai Demokrat hadir anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat
Syarief Hasan, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua DPP
Partai Demokrat Jansen Sitindaon, dan anggota DPR Didik Mukrianto
Sementara Puan Maharani mengungkap pembicaraan antara AHY dan dirinya usai berolahraga di GBK bersama kepada Awak Media.
"Tadi
pertemuannya itu kurang lebih 1 jam lebih, gak terasa tadi kalau gak
inget waktu saya rasanya mau terus ngobrol. Ternyata banyak sekali yang
bisa diomongin, bisa seperti kakak adik," ungkap Puan usai berolahraga
di GBK.
Puan Maharani juga mengungkapkan bahwa AHY sempat meminta
izin kepada dirinya bahwa AHY berkeinginan untuk menganggapnya sebagai
seorang kakak. Kemudian Puan pun mengizikannya. "Tadi mas AHY bilang
mbak boleh ya saya menganggap mbak seperti kakaknya, ya boleh dong,"
ungkap Puan Maharani semringah.
KABUPATEN BEKASI, MHI -
Kegiatan Penutupan Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin (PFMD) hasil
kolaborasi kerjasama Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang Kabupaten
Bekasi dengan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya yang diikuti
oleh 108 Aparatur Sipil Negara (ASN) petugas lapas selama dua hari
dengan materi utama IPS (Inter personal skill) di gelar di Lapas Kelas
II A Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (14/06/2023) Sore.
Penutupan
yang di pimpin oleh Kalapas Kelas IIA Cikarang, SEG Veri Johanes,
Bc.IP, SH, M.Si dihadiri oleh para pejabat dan perangkat Lapas Kelas II
A, Cikarang, Wadanyon AKP Imron mewakili Komandan Batalyon D Pelopor
Satbrimob Polda Metro Jaya, AKBP Budi Prasetya, SIK., M.Si. beserta
jajarannya.
Dalam
penyampaiannya Kalapas Kelas IIA Cikarang, SEG Veri Johanes, Bc.IP, SH,
M.Si selaku inspektur upacara penutupan kegiatan PFMD mengatakan bahwa
kegiatan PFMD terlaksana berkat kerjasama Lapas IIA Cikarang dengan
Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya.
"Atas
pencapaian pelatihan yang sudah kita laksanakan dalam kegiatan
PFMD di tahun 2023, Salam hornat saya kepada semua jajaran, yang
berikutnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Panitia Pelaksana dari jajaran Lapas Kelas II A dan terlebih khusus saya
sampaikan dengan penuh rasa hormat, penuh rasa kebanggaan kepada
Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bapak AKBP Budi
Prasetya, SIK, M.Si beserta jajaran, karena atas dukungan dan
sinergitasnya maka kegiatan Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin
Aparatur Sipil Negara Lapas IIA Cikarang dapat terlaksana dengan baik
dan lancar,” ucap Veri Johanes.
Dalam
pantauan Awak Media di lokasi, kegiatan PFMD ini diikuti oleh 108
Aparatur Sipil Negara (ASN) petugas lapas selama dua hari dengan materi
utama IPS (Inter personal skill) oleh Komandan Batalyon D Pelopor
Satbrimob Polda Metro Jaya, AKBP Budi Prasetya, SIK., M.Si.
Pada
upacara penutupan tersebut dilengkapi dengan menyanyikan Mars
Pemasyarakatan dan Lagu Kebangsaan Bagimu Negeri.Dilanjutkan dengan
pelaksanaan pemberian hadiah (Reward-Red) berupa Sepeda Sport Lipat oleh
Inspektur Upacara kepada dua orang peserta PFMD wanita secara langsung
yang dinilai memiliki peringkat tertinggi dalam kegiatan tersebut. Acara
di akhiri dengan mengheningkan cipta serta berdoa bersama.
Dalam
keterangannya kepada Awak Media Kalapas Kelas IIA Cikarang, SEG
Johanes, Bc.IP, SH, M.Si, mengatakan bahwa,"Kegiatan tersebut
dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan , ketaatan bagi
petugas Lapas, khususnya mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari, itu
tujuan utama," terangnya usai acara penutupan di laksanakan, Rabu
(14/6/2023) Sore di lokasi.
Lanjutnya,"Dan
kegiatan ini sebenarnya ada beberapa objek, ada beberapa metode yang
bisa di gunakan. Dan untuk tahun ini kita menggunakan yang sekarang ini
kita laksanakan. Kami bekerjasama dengan Batalyo D Pelopor Polda Metro
Jaya," katanya.
Ditanyakan
kenapa menggunakan Batalyon D Pelopor sebagai Instruktur dalam
pelatihan tersebut, Kalapas menjawab," Jadi begini, kita pahami bersama,
peningkatan disiplin itu hanya bisa di lakukan melalui pendidikan
militer, itu yang mendasari kami, nah sejauh ini hubungan atau
sinergitas Lapas Cikarang dengan Batalyon D Satbrimob Polda Metro itu
sudah berlangsung jauh hari atau lama, baik itu dalam rangka pengamanan,
baik dalam rangka kegiatan-kegiatan apa saja lalu kami melibatkan
batalyon D, oleh karena itu, dengan maksud tujuan tadi itu, sehingga
hubungan yang sudah terjalin baik ini, kami juga melaksanakan kegiatan
PFMD ini melibatkan atau meminta bantuanlangsung dari Batalyon D untuk
lebih baik lagi," terangVeri pada Awak Media.
Lebih
dalam lagi Kalapas menjelaskan bahwa,"Kedisiplinan yang terbaik saat ini
itu hanya ada di Militer maupun Kepolisian, nah kenapa masuk di
Batalyon D. Batalyon D adalah bagian dari Kepolisian dan memiliki nilai
lebih dan yang ada di sekitar sini, yang terdekat dan hubungan yang
sudah terjalin baik tentunya kita minta bantuan dan kerjasama dalam
rangka peningkatan disiplin dan ketaatan petugas-petugas kita melalui
Program FMD, Fisik, Mental dan Disiplin,"jelasnya.
Kalapas
berharap adanya peningkatan disiplin bagi para petugasnya usai
mengikuti Program FMD selama dua hari serta dapat di implementasikan
secara aktual dan faktual di dalam menjalankan tugas dan kewajibann para
petugas sehari-hari.
"Menurut
saya cukup, karena saya melihat para Pelatih dan Instruktur dari
Batalyon D ini sangat intens betul dalam memberikan materi, kemudian
pelatihan-pelatihan fisiknya ini secara intens dan saya lihat juga
temen-temen dari petugas kita yang mengikuti kegiatan ini juga,
betul-betul mereka mengikutinya dengan sungguh-sungguh, oleh karena itu
tadi ada yang di berikan Reward kepada dua yang terbaik, dan kita
berikan Reward dalam bentuk itu (Sepeda-Red), kebetulan tahun ini
perempuan dua-duanya," ungkapnya.
"Seperti
yang saya katakan, kegiatan FMD itu methodenya banyak ada beberapa
jenis, ada family gathering, ada misalnya pelatihan menembak, kan kita
menyesuaikan dengan anggaran yang ada, pelatihan menembak juga dengan
Batalyon D, sebab yang paling dekat dengan Batalyon D," imbuhnya.
Kalapas
sangat mengapresiasi kinerja Batalyon D Pelopor dalam menjalankan tugas
dan kewajibannya serta sinergitas hubungan komunikasi baik secara
Institusi maupun pribadi dalam menjalin persahabatan yang
berkesinambungan.
"Sangat-sangat
baik sekali hubungan yang terjalin, khususnya secara Institusi, secara
pribadi saja sangat baik, ya...antara saya dengan Komandan Batalyonnya
pak Budi, apalagi secara Institusi sangat baik sekali sejauh ini,
ya..selama saya berada di sini sudah hampir dua tahun setengah hubungan
itu terus terjalin dan saya sering juga ke Mako Brimob melaksanakan
latihan menembak, sehingga itulah yang menjadi dasar saya untuk kemudian
menjalin kerjasama dalam kegiatan ini," ungkap Kalapas.
Kalapas
menegaskan bahwa,"Mereka sangat Profesional.(Satbrimob D Pelopor
PMJ-Red).Profesional bukan hanya dalam pelaksanaan tugas saja tapi
dalam mendidik anak-anak saya, anggota saya dalam membentuk kedisiplinan
dan ketaatan oleh karena itu kepercayaan kami terhadap Batalyon D
Pelopor Polda Metro Jaya sangat tinggi sekali untuk melaksanakan
kegiatan ini," pungkas Kalapas Kelas IIA Cikarang, SEG Veri Johanes,
Bc.IP, SH, M.Si.
Sebelumnya
Danyon Batalyon D Pelopor Polda Metro Jaya kepada Awak Media menegaskan
bahwa, Batalyon D Pelopor di bawah kepemimpinannya selalu berupaya agar
dapat memberikan bantuan yang berguna dan bermanfaat bagi berbagai
Institusi, kalangan maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan dari
Batalyon D Pelopor di Kabupaten Bekasi.
"Batalyon
D Pelopor selalu siap sedia memberikan bantuan kepada siapa saja yang
membutuhkan bantuan baik dari Institusi maupun masyarakat, itulah
gunanya Polisi..bermanfaat untuk lingkungan semua," tandas AKBP Budi
Prasetya, SIK, M.Si, (14/6/2023) Siang di ruangannya.
KOTA BEKASI, MHI - Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi dan para Pedagang Pasar Kranji Baru terkait Pembangunan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Kota Bekasi berakhir ricuh dengan mengakibatkan pintu gerbang roboh serta banyak mengalami luka-luka di pihak Mahasiswa dan Pedagang Pasar akibat benturan yang terjadi antara Mahasiswa bersama Pedagang Pasar Kranji Baru dengan kolaborasi Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) dengan Petugas Polres Kota Bekasi di pintu gerbang Pemkot Bekasi, pada Senin 22 Mei 2023.
Masa aksi yang di motori oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STIE Mulia Pratama,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) STIE Mulia Pratama, Badan Eksekutif Mahasiswa STIE Mulia Pratama Kota Bekasi dan Asosiasi Pedagang Pasar Kranji Baru Kota Bekasi tersebut menyampaikan tiga poin tuntutan kepada Pemkot Bekasi di bawah kepemimpinan Plt Wali Kota Bekasi, Dr Tri Adhianto Tjahyono agar segera di penuhi, adapun tiga tuntutan tersebut diantaranya adalah ;
1.Segera batalkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Bekasi dengan PT.Anisa Bintang Blitar (ABB). 2.Meminta Pemerintah Kota Bekasi melakukan tender ulang secara terbuka untuk Pembangunan Revitalisasi Pasar Kranji Baru, Kota Bekasi. 3.Meminta kepada Plt Wali Kota Bekasi untuk mundur dari jabatannya, dikarenakan tidak mampu menyelesaikan kasus Revitalisasi Pasar Kranji Baru, Kota Bekasi.
Terkait akan hal tersebut kolaborasi AliansiMahasiswa bersama para Pedagang Pasar Kranji Baru Kota Bekasi menilai kinerja Plt Wali Kota Bekasi mendapatkan "Raport Merah"dan menganggap tidak berjalan semestinya dan telah mandul dalam menyelesaikan permasalahan para Pedagang Pasar di Kota Bekasi.Atas dasar kinerja "Impoten" tersebut yang disinyalir tak berpihak pada masyarakat (Pedagang-Red) dan di duga ada terindikasi hal tersebut di lakukan untuk kepentingan pribadi Plt Walikota Bekasi sendiri dan PT Anisa Bintang Blitar dengan mengabaikan kepentingan umum maka Aliansi Mahasiswa bersama para Pedagang Pasar Kranji Baru Kota Bekasi menegaskan dengan meminta Plt Wali Kota Bekasi, Dr Tri Adhianto Tjahyono untuk segera mundur dari jabatannya dikarenakan tidak becus dalam bekerja serta membawa Kepemerintahan seperti "Odong-odong".
“Bahwa kasus pembangunan revitalisasi pasar Kranji baru Kota Bekasi yang seharusnya di dalam perjanjian kerjasama memiliki jangka waktu 24 bulan (2 Tahun) sejak tahun 2019, pedagang pun di sudah memberikan uang DP dengan total nilai 23M tetapi pembangunan tersebut mangkrak di karenakan PT ABB selaku pihak kedua tidak mampu menyelesaikan nya, dan menuntut Pemerintah kota Bekasi untuk mengambil kebijakan yang tegas,"tandas Ketua BEM, Nanda Ginanjar setengah berteriak dalam orasinya.
Dilokasi yang sama, kordinator lapangan, Diffahudien Salam menegaskan bahwa,“Adapun pelanggaran yang telah dilakukan oleh oknum Pemkot Bekasi atas bobroknya ketegasan dan kebijakan yang sudah di sepakati di dalam perjanjian kerjasama yang sudah jelas di dalam pasal 11 larang dan sanksi ayat 4 yang berbunyi “pihak kesatu (pemerintah kota Bekasi) berhak memutus perjanjian secara sepihak dengan terlebih dahulu memberikan surat teguran tertulis sebanyak 3 kali," tegasnya.
Sementara Asep Riandy menyuarakan bahwa, “Indikasi Kepala Satpol PP menerima sesuatu dari mafia yang sedang kami lawan, Kami tegak lurus memperjuangkan hak rakyat saat ini pedagang pasar kranji baru, bagi yang mencoba menjadi kepanjangan tangan dari mafia atau kartel dalam hal ini mafia atau kartel infrastruktur yang melakukan monopoli anggaran rakyat pedagang pasar kranji baru akan kami jadikan bagian dari musuh rakyat yang pasti birokrat maling saat ini sudah kami kantongi yakni Satpol PP, Sekdis Perindag, Para Dewan terkait dan Pucuk Pimpinan di Kota Bekasi,"tukasnya.
Sedangkan
Dede dan Adi Mahasiswa pendemo lainnya saat di konfirmasi Awak Media
mengatakan bahwa," Segera mundur dari jabatannya, sebab Plt Wali
Kota,Tri Adhianto tidak becus dalam
menangani permasalahan ini dan kinerjanya buruk, hanya membawa
Kepemerintahan Kota Bekasi seperti pemerintah "Odong-odong," tebas
mereka.
Usai menyampaikan orasinya tiba-tiba terjadilah kericuhan antara Massa Aksi dengan Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kota Bekasi yang dipicu dari aksi dorong mendorong dari kedua belah pihak di tambah dengan para Mahasiswa yang terus berupaya untuk menerobos masuk ke areal Pemkot Bekasi, dimana dalam aksi tersebut para Mahasiswa yang berupaya masuk dengan memanjat pagar pintu gerbang Pemkot Bekasi dan bahkan merubuhkan pintu gerbang Pemkot Bekasi serta menyeretnya ke tengah jalan raya sehingga menimbulkan tindakan represif dari para Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) kota Bekasi dan Polres Kota Bekasi.
Pantauan Awak Media di lokasi, bentrokan sengitpun terus terjadi bahkan terjadi pergulatan salah satu Petugas Satpol PP dengan seorang Mahasiswa di tengah jalan masuk pintu gerbang serta hantaman Petugas Satpol PP pada Mahasiswa, dimana kemudian menyebabkan sejumlah Massa Aksi Mahasiswa mengalami luka- luka, salah satunya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Pratama yang mengalami luka sobek di bagian pelipis matanya akibat terjangan "Bogem Mentah" Petugas Satpo PP yang berkolaborasi dengan Polres Kota Bekasi di lokasi.
Ditegaskan Sahabat Geraldo Aritonang bahwa, “Selain dari pada mengawal Pedagang Pasar Kranji Baru Kota Bekasi yang hak nya di rampas, kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi mengecam keras kepada Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kota Bekasi untuk menindaklanjuti atas tindakan represif oknum aparat SATPOL PP kota Bekasi yang telah melukai sahabat kami, Nanda Ginanjar ," pungkasnya.
Setelah terjadi kericuhan antara Mahasiswa dan Pedagang dengan Aparat Penegak Perda, beberapa perwakilan dari Aliansi Mahasiswa dan Pedagang menemui perwakilan dari Pemeritah Kota Bekasi, didalam pertemuan itu Kadisperindag, H Makbulah mengatakan bahwa,"Kasus ini masih dalam proses," katanya, kendati sebelumnya pada tanggal 20 maret 2023 Sekda dan Kadisperindag saat di konfirmasi telah menjanjikan bahwa persoalan tersebut akan selesai dalam kurun waktu satu bulan sejak tanggal tersebut.
JAWA TENGAH, MHI - Sebuah bus pembawa rombongan dari Pondok Serut Tanggerang Selatan menuju wisata Guci masuk ke jurang di Kawasan Taman Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (7/5/2023) pagi sekira pukul 09;00 WIB, dengan mengakibatkan sejumlah penumpang yang menjadi korban mengalami luka berat dan ringan dan bahkan menelan satu korban tewas..
Warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut menceritakan tentang peristiwa kecelakaan tersebut.
Tasmudi ((56), Muhammad Alwi (52) serta Wa'ut (40) menyebutkan kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu bus sedang parkir dan pengemudi sedang memanaskan mesin bus wisata itu.
"Bus sedang dipanasi, sedangkan sopir masih di luar, penumpang sudah di dalam," kata Alwi, Minggu (7/5/2023).
"Bus tanpa sopir itu tiba-tiba bergerak dan berjalan ke arah jembatan. Selanjutnya, kendaraan besar itu langsung terjun ke jurang, " sambung Wa'ut.
"Kemungkinan rem tangannya kurang berfungsi dan ganjalan kayunya kurang besar sehingga bus berjalan masuk ke jurang," potong Tasmudi.
Senada dengan warga setempat sebelumnya, salah satunya relawan SAR Wana Kencana yang turut memberikan bantuan evakuasi korban di lokasi mengatakan, " Saat kejadian itu, sopir berada di luar bus, " terang Anton.
"Informasi dari rekan-rekan juru parkir di sini, posisi penumpang sudah naik..ketambahan satu penjual tahu keliling di dalam bus. Posisi sopir sedang turun, nunggu penumpang," sambung Anton.
"Saat ini para korban sudah dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan, " imbuhnya.
Satu Korban Meregang Nyawa
"Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini. Sopir bus tersebut juga sudah diamankan," kata Kapolres Tegal AKBP Mohammad Sajarod Zakun, Minggu (7/5)/2023).
"Hingga saat ini Polres Tegal masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan bus masuk sungai," sambungnya.
Kapolres Tegal menyebutkan juga bahwa seluruh korban sudah mendapat penanganan medis. Sementara diketahui satu orang meregang nyawa akibat peristiwa tersebut.
"Semoga tidak ada lagi korban jiwa lainnya, " ungkap Kapolres Tegal,
JAKARTA, MHI - Disinyalir karena terlalu banyak meminum minuman keras (Miras) yang berakibat mabuk, salah satu oknum anggota kepolisian Polres Tapanuli Utara mengamuk dan melakukan aksi sok jagoan di dalam Cafe Lutte Tarutung pada Selasa, 21 April 2023 yang lalu, dimana aksi yang dilakukannya terpantau oleh rekaman kamera CCTV yang ada di Cafe Lutte Tarutung tersebut. Selasa, (2/5/2023).
Sikap arogansi dan sok jagoan dengan mengamuk yang dilakukan oleh salah seorang oknum kepolisian Polres Tapanuli Utara berinisial SP ini, sempat membuat panik para pengunjung Cafe Lutte yang berada di lokasi dan tengah menikmati suasana hiburan malam.
Hal tersebut diutarakan oleh Kuasa Hukum dari pihak Cafe Lutte, Ranto Taripar Hotma Lumbang Tobing, SH & Partner pada Awal Media saat di jumpai di Kantor Pusatnya pada (02/05/2023), dirinya menceritakan tentang kronologi awal kejadian tersebut, bahwa oknum anggota kepolisian Polres Tapanuli Utara yang di ketahui berinisial SP itu datang bersama dua orang temannya, kemudian mabok dan mengamuk di dalam Cafe Lutte, di karenakan tak terima miras di jual bukan dengan harga Pabrik.
"Awalnya oknum polisi SP ini datang bersama dua temannya, kemudian memesan 2 botol bir seharga Rp. 170.000. (seratus tujuh puluh ribu rupiah) langsung dibayar lunas. Setelah itu, oknum polisi berinisial SP ini memesan lagi minuman Vibe dengan harga Rp. 900.000 (sembilan ratus ribu rupiah). Ketika diberitahu oleh kasir harganya Rp. 900.000, ternyata oknum polisi SP ini keberatan dengan harga Rp. 900.000 karena menurutnya, harga Vibe dari pabrik hanya Rp. 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dia ingin membayar dengan harga sesuai harga pabrik," ujar Ranto bercerita.
Lanjutnya, "Terus kasir mengatakan tidak bisa bang, lalu oknum polisi SP ini langsung marah ke kasir dan memukul meja kasir serta membentak kasir agar memberikan minuman Vibe tersebut dengan harga Rp. 350.000. Karena tidak diberikan oleh kasir oknum polisi SP ini semakin marah sembari mengucapkan kata kotor dengan kata-kata anj**g dan buj*ng lagaknya kayak bos geng preman sambo," tandasnya..
"Bahkan terlihat jelas dari CCTV, oknum polisi SP ini sekalipun sudah di lerai oleh salah satu temannya tapi si oknum polisi SP ini tak menggubris. Justru semakin ganas sampai-sampai dia merusak fasilitas Cafe dan memukul salah satu karyawan Cafe Lutte sembari mengancam dan memaki-maki dengan bahasa batak," ungkap Ranto yang akrab disapa bang Tobing.
"Atas kejadian tersebut, kami selaku Kuasa Hukum dari Cafe Lutte Tarutung telah membuat laporan ke Propam Polda Sumater Utara, pada Kamis, 23 April 2023 yang lalu yang diterima langsung oleh Kompol R. Naibaho dan tembusannya langsung ke Mabes Polri," pungkas Kuasa Hukum dari pihak Cafe Lutte, Ranto Taripar Hotma Lumbang Tobing, SH.
Menilik akan peristiwa tersebut, diduga sang oknum Polisi tersebut menganggap Cafe Lutte telah mengikuti system tender melalui LPSE pada Pemda setempat dengan program E-Catalog, sehingga di wajibkan menjual produk dengan "Harga Pabrik"
Sementara sampai berita ini di turunkan pihak Polres Tapanuli Utara belum dapat di konfirmasi.
Gema takbir.mulai di perdengarkan memuja dan menyuarakan nama Allah sang Maha Besar dan Maha Kuasa, Setelah satu bulan berpuasa dan mengambil berkah di bulan suci Ramadan, kini tiba saatnya kita merayakan kemenangan. Tak heran, Idul Fitri selalu disambut dengan sukacita.
Idul Fitri juga menjadi momen untuk saling bermaafan, juga melepas rindu dengan sanak keluarga, handai tolan yang mungkin sudah lama tak dijumpai. Penting bagi kita untuk tetap menjalin silaturahmi.
Sebelum kita meminta kebahagiaan dan kemakmuran, kita harus meminta belas kasihan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-nya kepada kita. "Idul Fitri mengingatkan kita betapa nikmatnya hidup".Saat memutuskan apa yang akan dikenakan pada Idul Fitri ini, ingatlah bahwa pakaian terbaik adalah pakaian kebaikan.
"Idul Fitri adalah waktu untuk mengubah, memaafkan, dan merenung. Semoga Allah memberimu kebijaksanaan dan kebaikan.". Semoga Allah memberkahi Anda dengan jutaan alasan untuk berbahagia Idul Fitri ini dan selamanya.
Menjelang berakhirnya Bulan Suci Ramadhan dan menyambut datangnya Hari Raya Umat Islam, Kami beserta Keluarga Besar PT JEHIOVALENTINO INTERCONTINENTAL MEDIA GROUP mengucapkan :
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 2023, 1 SYAWAL 1444 H"
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM SHIYAAMANAA WASHIYAAMAKUM TAQOBBAL YAA KARIIM..
Mohon Maaf Lahir & Bathin atas segala kekhilafan dan kesalahan Wartawan, Tim Publikasi maupun Keredaksian Media kami didalam menjalankan tugas dan kewajibannya, Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang barokah dan dapat bertemu kembali di bulan Ramadhan yang akan datang.
KABUPATEN BEKASI, MHI -
Demontrasi Mahasiswa yang mengatas namakan Angkatan Mahasiswa Bekasi
(AKAMSI) dengan alamat kantor Sekretariat di Jalan Letnan Marsaid,
Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi tersebut digelar di depan Sekolah
Menengah Pertama Negeri 1 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Aksi Demo
yang berujung ricuh dengan menimbulkan benturan dahsyat antara para
Mahasiswa dengan Emak-emak Orang Tua Murid yang didukung pihak sekolah
di depan pintu gerbang SMPN 1 Tambun Selatan. pada Selasa (11/04/2023)
siang.
Unjuk
rasa mahasiswa yang diduga bocor dan diketahui oleh pihak sekolah
tersebut di sambut negatif dan persiapan matang oleh Orang Tua Murid
didukung pihak sekolah yang juga melakukan Aksi Demo tandingan guna
menghadapi para mahasiswa yang tengah melakukan orasi di depan pintu
gerbang sekolah SMPN 1 Tambun Selatan.
Dalam
Aksi tersebut pihak mahasiswa selain berorasi dengan membawa spanduk
serta menempelkan Spanduk besar bertuliskan "AKAMSI Mengecam Keras Atas
Indikasi2 Korupsi!!!', sementara pihak Orang Tua Murid membawa Spanduk
dari Karton bertuliskan, "Kami Merasa HAPPY Mengikuti Study Tour".
Saat
orasi Mahasiswa berlangsung, rombongan Orang Tua Murid menggeruduk para
Mahasiswa. Alhasil... bentrok Emak-emak dan mahasiswapun terjadi dan
tak dapat di hindari. Emak-emak Orang Tua Murid yang didukung pihak
sekolah terus mendesak dan berupaya membubarkan paksa pihak Mahasiswa, "
Serbu-serbu," teriak Emak-emak Orang Tua Murid di tengah bentrok dengan
Mahasiswa. Bentrokpun berlanjut antara pihak sekolah dan Mahasiswa.
Kolaborasi Emak-emak dan pihak sekolah cukup efektif dalam upaya
membubarkan paksa Aksi Demo sejumlah Mahasiswa di depan pintu gerbang
SMPN 1 Tambun Selatan tersebut.Saling tuding, saling umpat dan kecam di
kedua belah pihak terus bersautan ditambah bumbu penyedap kata-kata
kotor yang menghiasi pertarungan Orang Tua Murid berkolaborasi deng
pihak sekolah melawan para Mahasiswa.
Dalam keterangannya kepada
Awak Media di lokasi Kordinator AKAMSI, Salam menitik beratkan pada
pemenuhan kebutuhan akan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan harkat
dan martabat manusia. Pendidikan dapat diperoleh baik dari sekolah
secara formal, maupun pendidikan luar sekolah.
Koorlap Aksi, Salam dalam orasinya menuntut kepala sekolah SMPN 1 Tambun
Selatan untuk mundur dari jabatannya atas indikasi pungli Study Tour
senilai 1,5 Jt/Siswa, karena sudah melanggar surat edaran Dinas Pendidikan
Kabupaten Bekasi No 420/431/Disdik point ke -3 yang berbunyi "Satuan
Pendidikan dilarang mengadakan kegiatan Study Tour yang sumber dananya
dari orang tua/wali murid". "Dan kami meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk melakukan tindakan tegas kepada kepala sekolah
yang telah melakukan indikasi pungli tersebut," tegasnya.
"
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2008 tentang wajib
belajar 9 tahun, pemerintah menyatakan pendidikan dasar (SD & SMP)
dilaksanakan tanpa pungut biaya apapun, Pemerintah mempunyai kebijakan
untuk membebaskan biaya pendidikan yang bertujuan untuk mensukseskan
generasi bangsa yang bermutu agar semua anak usia wajib belajar dapat
memperoleh akses belajar. Akses pendidikan tidak boleh memandang latar
belakang sosial, ekonomi, budaya dan semua latar belakang lainnya.,"
ucap Salam sebagai Korlap Aksi saat di konfirmasi Tim Awak Media di
lokasi.
"Karena
sudah jelas, pungutan dan sumbangan telah diatur dalam Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012.
Dalam pasal 9 ayat 1 menyebutkan, satuan pendidikan dasar yang
diselenggarakan oleh pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang
memungut biaya satuan pendidikan,"pungkas kordinator AKAMSI, Salam.
Annisa Tegaskan, Mahasiswa Pendemo Perlu Bimbingan Tepat Dan Saya Tidak Melanggar Aturan
Sementara
itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan, Hj Annisa Spd.Mpd saat di
konfirmasi Tim Awak Media mengatakan bahwa,"Perbedaan yang beragam itu
indah, tidak semua orang akan sepakat, tidak akan semua orang setuju
dengan apa yang kita yakini kebenarannya..engga ada kebenaran absolut
kecuali Al Qur'an, engga ada kebenaran absolut kecuali keyakinan
abang..ya..jadi kalau misalkan ada perbedaan pendapat, ada Miss
sedikit-sedikit wajar..saya pikir. Dari sekian banyak Media, dari sekian
banyak LSM...ini hanya ada beberapa LSM yang sudah kami konfirmasi
berita yang terkait dengan Study Kependidikan SMP Negeri 1 Tambun
Selatan," katanya.
"Kemudian," lanjut
Annisa,"Kalau tadi ada Demo Mahasiswa, saya pikir 1(Satu). mereka
mungkin mereka masih perlu bimbingan. Dan saya pikir mereka perlu
bimbingan yang lebih tepatlah...kenapa, kalau saya pikir mereka
seharusnya tidak melakukan demo di lingkungan sekolah, mereka bisa
melakukan apa namanya.. konfirmasi, wawancara untuk me..apa
namanya..menanyakan tentang keadaan sebetulnya tentang Study Tour
Kependidikan," terangnya.
Lebih lanjut Kepala
Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan mengungkapkan bahwa,"Mereka tadi
mengedepankan ada orang tua yang memang keberatan, yang merasa dirugikan
dengan adanya jalan-jalan dan sudah di jawab oleh Orang Tua
langsung..ini bukan orang tua bayaran..ini Orang Tua asli Siswa-siswa
SMPN 1 Tambun Selatan," ungkap Annisa seraya menunjuk pada para Orang
Tua Murid yang duduk-duduk di Mushala dan di jawab mereka,"Asli Paak,"
serentak.
"Jadi," sambungnya,"Kan yang
mereka persoalkan katanya Orang Tua kurang ada yang di rugikan,ya,
anak-anak juga kurang senang, saya sudah konfirmasi tadi, saya sudah
jelaskan, didepan ada tulisan anak-anak bahwa mereka itu senang dengan
kegiatan tersebut,ya."
"Kemudian yang kedua
tentang pelanggaran aturan yang saya lakukan, saya pikir berdasarkan
Surat Edaran itu baik nomor poin 1,2,3,4,5 poin yang ada di Surat Edaran
Kadisdik tentang pelarangan berbagai hal, kami tidak melakukan
pelanggaran pada hal-hal tersebut, tegasAnnisa.
"Larangannya adalah 1 (Satu) Penjualan buku dan seragam," imbuhnya.
Disinggung mengenai apakah Study Tour masuk dalam aturan larangan dari Kadisdik Kabupaten Bekasi, Kepala
Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan menjawab," Menurut saya tidak ada di
dalamnya, abang sudah baca suratnya...dan yang ke 2 (Dua) Pungutan,
mungkin kalau di bilang pungutan oleh sekolah, kami tidak melakukan
pungutan...kalau di anggap kegiatan Study Tour merupakan
pungutan...merekalah Orang Tua yang memfasilitasi kegiatan tersebut,
kami hanya tinggal mendampingi anak-anak sesuai dengan program apa yang
ada di SMPN 1 Tambun Selatan kami mendampingi anak-anak difasilitasi
oleh Orang Tua, ya..mereka mengajak kawannya semua kelas 9 tapi kemudian
setelah di lakukan supaya ada beberapa anak yang di bantu...saya rasa
itu cukup manusiawi. Jadi kalau tadi saya bilang Mahasiswa itu bergerak
berdasarkan kemanusiaan..hayu bersama-sama, karena Orang Tua ini
betul-betul memperhatikan anak-anak yang memang..ya refresing lah ya,
setelah 3 (tiga) tahun di landa Covid," papar Annisa.
Ditegaskan kembali terkait Surat Edaran yang di keluarkan oleh Kadisdik lama, Dr Carwinda M.Si belum ada perubahan sampai adanya pergantian jabatan Kadisdik yang baru, Imam Faturochman, ST, M.Si, bahwa apa yang di lakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Tambun Selatandengan melakukan Study Tour tersebut tidak melanggar?.
"Berdasarkan
hasil pemahaman saya, saya tidak melakukan pelanggaran pada Surat
Edaran yang di keluarkan oleh Pak Carwinda, apa lagi pada saat itu Pak
Carwinda mengeluarkan pada saat Pandemi Covid, ya," tandas Annisa.
Terkait mengenai keterangan dari Sekdisdik Kabupaten Bekasi, Heri Erlangga yang menegaskan bahwa, sampai hari ini kamis ( 6/4/2023), kami Disdik belum mendapatkan laporan hasil kegiatan Study Tour SMPN 1 Tambun Selatan.
"
Satu, kami sudah melaporkan kegiatan ini untuk kegiatan awal pada Dinas
Pendidikan pada tanggal (10/3/2023) sebelum kami berangkat. Jadi kami
membuat surat pemberitahuan kepada Dinas bentuknya pemberitahuan.Karena
memang kegiatan sekolah itu adalah otomatis tanggung jawab Kepala SKPD
atau Sekolah...kami memberitahukan pak..pada Dinas, ada surat arsip dan
kemudian setelah kami jalan..kami memang sepatutnya memberi laporan
kepada Dinas Pendidikan, suratnya, surat laporan itu memang agak sedikit
lama karena memang terkait dengan Dokumentasi-dokumentasi yang cukup
lumayan banyak kami ingin lengkap, supaya bisa menjadiacuan ke
Sekolah-sekolah lain kami buatkan dan sudah kami kirimkan..hari ini (11/04/2023)
kamikirimkan insya allah ke Dinas Pendidikan sebagai bahan laporan kami
secara tertulis, karena pada saat setelah kami jalan-jalan secara lisan
saya , sudah ke lapangan" saya pikirsudah menyampaikan,"Pak SMPN 1
Tambun Selatan Sudah Jalan-jalan, sudah ke Taruna Nusantara", saya pikir
laporan secara lisan kepada Pak Kabid, ya cukup,"pungkas Kepala Sekolah
SMPN 1 Tambun Selatan, Hj Annisa S.pd.M.pd.