HTML

HTML

Selasa, 25 Juni 2019

Pengembang Perumahan Griya Srimahi Indah diProtes Warga


KABUPATEN BEKASI ,KR - Perumahan Griya Srimahi Indah Yang terletak diKampung Alas Malang ,Desa Srimahi Rt 005/Rw 04 ,Kecamatan Tambun Utara, didalam pambangunannya mendapatkan protes keras dari masyarakat setempat yang memang sudah lama menempati willayah tersebut sebelum perumahan Griya Srimahi Indah berdiri, (24/6/2019).
 
Pasalnya didalam melakukan pembangunan perumahan tersebut sejak awal pihak pengembang telah berjanji terhadap masyarakat setempat tentang pembuatan saluran pembuangan Perumaham (Amdal/Pel Banjir) yang masuk dalam salah satu dari dua belas rekomendasi persyaratan pembuatan perizinan yang memang harus dipenuhi pihak pengembang didalam melakukan pembangunan perumahan diKabupaten Bekasi, namun hal tersebut tidak pernah digubris oleh pihak pengembang terkait protes/complaint masyarakat sekitar perumahan (masyarakat setempat-Red) terhadap pembangunan perumahan  yang terus berlanjut .


kendatipun masyarakat setempat telah melayangkan surat teguran kepada pihak pengembang melalui Desa setempat berdasarkan laporan masyarakat namun tetap saja tidak mendapatkan response positif atau itikat baik dari pihak pengembang terhadap keluhan masyarakat yang telah mengadukan hal tersebut pada Kepala Desa Srimahi dan hal tersebut telah berlangsung tiga tahun.
 
Hal tersebut diungkapkan para warga setempat kepada Media Hukum Indonesia dan Koran Republik atas permintaan Kepala Desa beserta warga setempat untuk mempublikasikan hal tersebut terkait pihak pengembang yang melakukan pembangunan perumahan selain belum mendapatkan izin dari pihak Desa Srimahi serta masyarakat setempat dan ditambah lagi adanya penciutan saluran air yang bermula selebar 15 meter namun setelah adanya pembangunan perumahan tersebut justru menjadi mengecil selebar kurang dari satu meter.


Gampang Bapak Parnih sebagai ketua kelompok Tani Alas Malang 2, Nursahid dan Sukaryo yang mewakili masyarakat setempat mengatakan," Semenjak ada perumahan ini banyak pada mampet kebendung jadi air pada saat musim hujan gak bisa lancar.. jadi kebanyakan kebanjiran ini perumahan masyarakat sekitar, saya minta ini dinormalin lagi seperti semula yang awalnya besar...akibatnya jadi banjir oleh karena kebendung-bendung jadi pada mampet," Ungkap Mereka.
 
Kami mohonlah kepada pihak pengembang agar diperbaiki,,saluran jangan sampe ntar kalau hujan banjir..kayak kemarenkan didepan situ banjir ..ngegenang air jadinya..kalau kepemerintah katanya sudah ditindak..pengembang bilang..entar katanya kalau sudah selesai mau dirapihin..itu satu tahun yang lalu ..sampai saat ini tidak ada jawaban, sejak pembangunan dimulaipun sudah dicompaint masyarakat..katanya entar mau dirapihin,dinormalin dan dibagusin, itu sudah tiga tahun yang lalu tapi sampai sekarang gak ada jawaban, Imbuhnya dengan kesal.
 
Pengembang Harus Perhatikan Masyarakat dan Taat Aturan


Kades Srimahi Darto memberikan penjelasan kepada Media Hukum Indonesia dan Koran Republik dikediamannya pada hari yang sama terkait permasalahan Pengembang Perumahan Griya Srimahi Indah yang dinilai masyarakat tidak responsif, " Dari pengembang Griya Srimahi Sampai datang pengembang baru Ramitra untuk pembuangan itu memang tidak memungkinkan artinya diperkecil...saya menginginkan pembuangan saluran air untuk masyarakat dulunya pembuangan itu sekitar 15 meter tapi sekarang itu lebarnya satu meter juga tidak..makanya saya inginkan nanti untuk pengembang tolonglah untuk pembuangan itu sekitar dua meter dibikin pondasi batu kali supaya masyarakat saya dimusim penghujan itu jangan sampai kebanjiran, Jelasnya.
 
Kalau kita lihat sekarang dengan keadaan dua meter memang kalau kita bicara gak cukup..ya gak cukup..ya kemungkinan minimnya itu lima meterlah..seandainya terjadi lima meter itu untuk memudahkan pembuangan dimusim penghujan  masyarakat saya..nah kaitannya itukan ada lahan pertanian yang masih tertinggal ..mungkin dengan saluran itu dapat dipergunakan...makanya pada waktu itu saya sudah kirimkan surat pada Griya Srimahi tapi tidak ada jawaban sampai saat ini,Ungkapnya.


Disitu ada dua pengembang satu Srimahi dan satunya Namitra yang baru habis lebaran ini mulai pembangunan dan dari dua pengembang itu yang nanti kita kumpulkan.., Griya Srimahi sudah saya kirimkan surat bahkan saya bikinkan perdes biar saya bikinkan amdal tapi sampai saat ini tidak ada jawaban dan kurang menghargai Desa..kalau yang satunya saya lihat dan sudah saya tegur ..tapi kayaknya yang Namitra ini ada response..tapi kalau Griya Srimahi setelah saya pelantikan 28 september 2018 satu bulan kemudian saya kirimkan surat...tolong duduk bareng supaya saluran air itu nanti bisa diperbaikilah..karenakan dia sebagai pengusaha disitu..jangan sampai masyarakat nanti menilai..gara-gara ada perumahan terus jadi banjir..cuma itu..terkadang kalau akibat banjir nanti ada..kan Kepala Desa yang kena..Kepala Desanya mana nih.., tapi sekarang saya berharap besar itu...tolong dihargai sedikit orang Desa, Tegasnya.
 
Kades Srimahi Darto berharap penuh ada kerja sama yang baik antara Bupati Kabupaten Bekasi yang baru terlantik termasuk camat didalamnya dengan Kepala Desa..artinya ada rekomendasi dari Kepala Desa ditindak lanjuti..jangan sampai perijinan dari sono Kepala Desa tidak mengetahui...tau-tau pembangunan sudah ada kitakan sebagai Kepala Desa Keedeer juga..Artinya dengan motto Bekasi ini " Bekasi Baru Bekasi Bersih" ...Bersih daripada ..ya mungkin rekomendasi dari Kepala Desa..dari camat..langsung ke Kabid..masuk ke Bupati...itu yang saya harapkan, sebagai Kepala Desa saya menjabat mungkin belum sampai satu tahun tapi saya menginginkan perubahan-perubahan yang ada dan jelas yang penting untuk masyarakat,Tuturnya
 
Kades Dartopun menghimbau kapada para pengembang yang hadir di Desa Srimahi agar memperhatikan masyarakat sekitar, Bekerja-sama yang baik serta mengikuti segala aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, Himbaunya.

(Joggie) MHI 

4 komentar:

  1. Betul banget itu pa lurah kami sebagai warga kalen kendal sebagian merasakan dampak nya

    BalasHapus
  2. Perumahan Baru di Desa Srimahi Indah Tambun Utara merupakan perumahan dengan luas 30 hektar + perluasan 20 hektar menjadi 50 Hektar diperutukan kalangan masyarakat yang menginginkan masa depan yang lebih baik perumahan subsidi untuk rakyat yang memiliki banyak keuntungan diantaranya :
    1. 10 Km dari Summarecon Bekasi
    2. 30 menit dari Harapan Indah Bekasi 30 Menit ke Metropolitan Mall dan Tol Bekasi
    3. 30 Menit dari Stasiun Tambun
    4. 1 Jam dari Marunda
    5. 30 menit dari Stadion Bekasi

    Fasilitas pendukung dekat ke :
    Summarecon bekasi, Binus University, Sekolah Al Azhar, Sekolah Penabur, Stadion Patriot, RSUD Bekasi, ke stasiun Bulan-bulan/ Bekasi, Stasiun Tambun dan Cibitung dekat pula Angkutan Umum, dan pasar seni Juga dekat

    Rencana Pemda :
    Sedang dibangun Pintu Tol Srijaya, jaraknya hanya 1 Km ke perumahan {Tol Cibitung - Cilincing) Jalan kabupaten diperlebar dan dibangun Transportasi Air (Water Way) Kali CBL

    Ini merupakan suatu masa depan yang lebih baik dan menguntungkan.

    SPESIFIKASI
    Luas bangunan : 22 m2
    Luas tanah : 60 m2
    1 Kamar tidur
    1 Kamar mandi
    Listik : 1300
    Tahun dibangun : 2019
    Ruang tamu
    Ruang makan
    Taman depan dan belakang
    Sertifikat SHM + IMB

    Rp4Juta All in
    Booking Fee : Rp1.000.000
    DP : Rp3.000.000

    Tipe : 22/60 (Proses Bank BTN)
    Harga Rp 158,000,000

    BalasHapus
  3. Perumahan Baru di Desa Srimahi Indah Tambun Utara merupakan perumahan dengan luas 30 hektar + perluasan 20 hektar menjadi 50 Hektar diperutukan kalangan masyarakat yang menginginkan masa depan yang lebih baik perumahan subsidi untuk rakyat yang memiliki banyak keuntungan diantaranya :
    1. 10 Km dari Summarecon Bekasi
    2. 30 menit dari Harapan Indah Bekasi 30 Menit ke Metropolitan Mall dan Tol Bekasi
    3. 30 Menit dari Stasiun Tambun
    4. 1 Jam dari Marunda
    5. 30 menit dari Stadion Bekasi

    Fasilitas pendukung dekat ke :
    Summarecon bekasi, Binus University, Sekolah Al Azhar, Sekolah Penabur, Stadion Patriot, RSUD Bekasi, ke stasiun Bulan-bulan/ Bekasi, Stasiun Tambun dan Cibitung dekat pula Angkutan Umum, dan pasar seni Juga dekat

    Rencana Pemda :
    Sedang dibangun Pintu Tol Srijaya, jaraknya hanya 1 Km ke perumahan {Tol Cibitung - Cilincing) Jalan kabupaten diperlebar dan dibangun Transportasi Air (Water Way) Kali CBL

    Ini merupakan suatu masa depan yang lebih baik dan menguntungkan.

    SPESIFIKASI
    Luas bangunan : 22 m2
    Luas tanah : 60 m2
    1 Kamar tidur
    1 Kamar mandi
    Listik : 1300
    Tahun dibangun : 2019
    Ruang tamu
    Ruang makan
    Taman depan dan belakang
    Sertifikat SHM + IMB

    Rp4Juta All in
    Booking Fee : Rp1.000.000
    DP : Rp3.000.000

    Tipe : 22/60 (Proses Bank BTN)
    Harga Rp 158,000,000

    BalasHapus



Postingan Terupdate

BNPB Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 hari Usai Aktivitas Vulkanik Pada Gunung Ruang Meningkat Dan Meletus

JAKARTA, MHI - Terjadi Peningkatan Aktivitas Gunung Api Ruang dari Level II (WASPADA) menjadi Level III (SIAGA) di Kabupaten Sitaro, Provins...

Postingan Terkini

Pilihan Redaksi